RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug Design)


RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug Design)
Konsep farmakofor pertama kali diperkenalkan pada tahun 1909 oleh  Ehrlich yang mendefinisikan farmakofor sebagai kerangka molekul yang membawa (phoros) fitur penting yang bertanggungjawab terhadap aktivitas biologis obat (Yang, 2010:1). Farmakofor menurut IUPAC adalah faktor sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan terjadinya interaksi molekuler secara optimal dengan struktur target biologis spesifik sebagai penginduksi atau penghambat respon biologis (Mannhold et al., 2006). Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam penentuan struktur-strukturprotein dan ligannya:
Penentuan Sidik Jari Interaksi Ligan Protein (Protein-Ligand Interaction Fingerprint/PLIF)
Sidik jari interaksi protein dengan ligan dibuat dengan menggunakan struktur-struktur protein yang diunduh dari situs RCSB PDB (Protein Data Bank). Seluruh struktur kemudian dibuka pada jendela MOE dandisejajarkan (superpose) sehingga rantai memiliki struktur yang sama yang akan bergerak bersama-sama sebagai satu unit. Dengan cara ini kompleks proteinligan dapat disejajarkan. File kemudian disimpan sebagai database. Dilakukan analisis PLIF dengan urutan perintah DBV | Compute | PLIF | Generate (Hamzah, 2013)

Penentuan Fitur Farmakofor
Penentuan fitur farmakofor diawali dengan mensejajarkan (superpose) seluruh protein yang diunduh dari situs RCSB. Selanjutnya seluruh reseptor dan pelarut yang merupakan satu kesatuan dari makromolekul protein sebelumnya dihapus sehingga yang tampak pada jendela MOE hanya ligan- ligan yang telah disejajarkan. Langkah selanjutnya adalah menjalankan pharmacophore query editor yang bertujuan untuk membuat fitur-fitur farmakofor dengan urutan perintah MOE >> Compute >> Pharmacophore >> Query Editor. Skema anotasi farmakofor otomatis membuat query pharmacophore, sehingga pada jendela MOE akan terlihat fitur-fitur farmakofor yang terdapat pada senyawa ligan. Skema anotasi yang digunakan adalah unified. Titik anotasi yang sesuai dengan hasil penelitian interaksi ligan reseptor dipilih untuk menjadi fitur farmakofor. Langkah terakhir yaitu perbaikan query yang dimaksudkan untuk memodifikasi query atau menghasilkan kecocokan dengan pengaturan query yang lebih ketat.
Virtual Screening
            Pada tahap virtual screening, yang digunakan adalah virtual skrining berbasis farmakofor dimana fitur farmakofor yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya menjadi acuan dalam proses ini. Selanjutnya dengan menggunakan program aplikasi MOE dibuat database senyawa yang telah didownload tersebut. Setelah dibuat dalam bentuk database, selanjutnya masuk pada tahap pencarian senyawa asal tanaman yang hit dengan fitur farmakofor (urutan perintah MOE >> Compute >> Pharmacophore >> Search). Kemudian setelah proses pencarian selesai, jumlah senyawa yang hit tersebut akan tampak pada panel Pharmacophore Search. Senyawa yang hit tersebut kemudian disimpan dalam database (*mdb).
Docking Molekuler
Preparasi Ligan. Ligan dalam bentuk struktur tiga dimensi dan dioptimasi dengan metode Ab initio menggunakan program HyperChem. Struktur kemudian disimpan dalam format *.mol. File dibuka pada Jendela MOE. Struktur diprotonisasi untuk menambahkan hidrogen dan muatan parsial, dengan Protonate 3D (urutan perintah MOE >> Compute >> Protonate 3D) dengan setting pH 7.4 dan cutoff 10.0. File kemudian disimpan dalam database (*.mdb).
Preparasi Reseptor
Reseptor diunduh dari situs RSCB.PDB dengan kode 3TCP dalam format *.pdb/ent. Molekul air kemudian dihapus dari struktur. Protein kemudian diprotonisasi dengan langkah yang sama pada preparasi ligan. Asam amino arginin, lisin dan histidin yang memiliki gugus basa akan mengion pada pH 7.4 sehingga membentuk lingkungan kationik. Untuk memastikan telah dilakukan protonasi, dilakukan pengecekan hingga dipastikan tiap atom pada molekul memiliki muatan.
Simulasi Docking      
Ligan dan reseptor yang telah diprotonisasi dibuka dalam Jendela MOE. Panel Simulasi docking dibuka dengan urutan perintah MOE >> Compute >> Simulations >> Dock. Receptor pada panel Dock diatur Receptor+Solvent, Site diatur Ligand Atoms. Ligand diatur MDB File (atau Selected Atoms jika Ligan terbuka pada Jendela MOE dan di-select). Placement diatur Triangle Matcher, rescoring 1 menggunakan London dG, dan refinement diatur Force Field. Posisi docking terbaik dipilih berdasarkan nilai rmsd (≤ 2) dan nilai scoring terendah.

DAFTAR PUSTAKA
Hamzah, N., A. Najib , N. Thahir dan I. Misqawati. 2015. Studi Hubungan Kuantitatif Strukturaktivitas, Fitur Farmakofor Dan Docking Molekuler Senyawa Turunan Pirazolo-[3,4-D]-Pirimidin Sebagai Inhibitor Mer Tirosin Kinase. Jurnal Farmasi FIK UINAM Vol.2 No.3.

Mannhold, R., H. Kubinyi dan G. Folkers. 2006. Pharmacophore and Pharmacophore Searches, Wiley – VCH, Weinheim, 3.

Yang, S.Y. 2010. Pharmacophore Modelling and Applications in Drug Discovery: Challenges and Recent Advances, Drug Discovery Today, 15, 444-450.

Pertanyaan:
1. Apa tujuan dari setiap langkah-langkah penentuan struktur protein dan ligannya?
2. Jelaskan bagian mana yang merupakan tahap terpenting penentuan struktur protein dan ligannya?
3. Bagaimana proses simulasi docking bisa terjadi?
4. Apa itu drug design dan tujuannya?
5. Apa tujuan dari farmakofor?

Komentar

  1. Halo putri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3
    Proses simulasi docking senyawa-
    senyawa uji diawali dengan mengidentifikasi kantung atau sisi tersebut. Selanjutnya dengan fasilitas simulation dock, senyawa-senyawa uji sebagai ligan di-docking-kan pada reseptor, serta diarahkan pada sisi pengikatan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Proses docking menggunakan ligan fleksibel dan reseptor rigid menggunakan metode scoring London dG. Validasi metode docking dilakukan dengan redocking native ligan pada binding site. Didapatkan nilai rmsd (root mean square deviation) lebih kecil dari 2 yang berarti metode tersebut memiliki validitas yang tinggi, artinya posisi ligan copy mirip dengan posisi ligan asli. Tabel IV.1 menunjukkan bahwa senyawa asal tanaman yang diperoleh dari situs ZINC Database dapat mengikat Arg 120, Tyr 355, Tyr 385, Ser 530, Arg 513. Interaksi yang terjadi antara senyawa-senyawa asal tanaman dengan reseptor ditunjukkan dengan nilai docking score (S), makin rendah nilai S maka interaksi antara keduanya makin kuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih eugenia. Jawabannya sangat membantu

      Hapus
    2. Tetapi, bukankah proses simulasi docking dimulai dengan penentuan ligan dan reseptor yang telah terprotonisasi? Bagaimana bisa ligan dan reseptor belum ditentukan dan langsung dilakukan pengujian?

      Hapus
  2. Baiklah kk akan menjawab pertanyaan dari saudari putri nomor 5 yaitu Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
    Untuk mengetahui konformasi aktif
    Penting untuk mendesain obat
    Penting untuk menemukan obat baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengapa bisa tujuan farmakofor untuk menemukan obat baru? Kenapa tidak menggunakan metode QSAR?

      Hapus
  3. Terimakasih putri sangat membantu artikelnya

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum Hay putri saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
    1. Hal itu untuk mencapai tujuan dari docking molekul yang lebih optimal dimana berdasarkan jurnal yang saya baca molecular docking merupakan metode berbasis genetika yang dapat digunakan untuk mencari pola interaksi yang paling tepat dan melibatkan antara dua molekul, yaitu reseptor dan
    ligan. Ligan sendiri merupakan molekul sinyal kecil yang terlibat dalam kedua proses anorganik dan biokimia.
    Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi
    suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya
    pada uji in-vitro . Molecular docking dapat diklasifikasikan
    menjadi 3 berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid
    Docking (bersifat rigid/kaku), semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking (bersifat fleksibel). Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan – reseptor.
    Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Langkah pertama dari desain obat dibantu Komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan protein, yang merupakan kantong atau celah pada permukaan protein
    yang digunakan untuk mengikat ligan (obat terlarang).
    Dengan peningkatan jumlah struktur biologi molekul yang
    tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat yang sangat
    penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur dan desain. Untuk reseptor protein dengan struktur tiga dimensi yang dikenal, masalahnya docking ligan-protein
    pada dasarnya terdiri dalam memprediksi konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif protein.
    Semoga bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dyah. Jawabannya sangat membantu

      Hapus
    2. Bukankah suatu proses itu memiliki tujuan yg berbeda? Kenapa anda bisa menyebutkan satu tujuan saja? Apa alasannya?

      Hapus
  5. Hay putri saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
    1. Hal itu untuk mencapai tujuan dari docking molekul yang lebih optimal dimana berdasarkan jurnal yang saya baca molecular docking merupakan metode berbasis genetika yang dapat digunakan untuk mencari pola interaksi yang paling tepat dan melibatkan antara dua molekul, yaitu reseptor dan
    ligan. Ligan sendiri merupakan molekul sinyal kecil yang terlibat dalam kedua proses anorganik dan biokimia.
    Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi
    suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya
    pada uji in-vitro . Molecular docking dapat diklasifikasikan
    menjadi 3 berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid
    Docking (bersifat rigid/kaku), semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking (bersifat fleksibel). Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan – reseptor.
    Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Langkah pertama dari desain obat dibantu Komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan protein, yang merupakan kantong atau celah pada permukaan protein
    yang digunakan untuk mengikat ligan (obat terlarang).
    Dengan peningkatan jumlah struktur biologi molekul yang
    tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat yang sangat
    penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur dan desain. Untuk reseptor protein dengan struktur tiga dimensi yang dikenal, masalahnya docking ligan-protein
    pada dasarnya terdiri dalam memprediksi konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif protein.
    Semoga bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan jawaban anggun ,saya hanya ingin menambahkan tujuan tahap virtual skirining adalah untuk menemukan senyawa asal tanaman yang hit atau memiliki fitur kimia yang mirip dengan fitur farmakofor,
      Semoga bermanfaat

      Hapus
    2. Terima kasih irma telah menambahkan tujuan dari proses virtual skrining. Bagaimana dgn tujuan proses yg lainnya?

      Hapus
  6. Hai putri.
    Saya akan menjawab pertanyaan no 4.
    Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.

    BalasHapus
  7. Hai kaka put, saya akan membantu menjawab salah satu pertanyaan di atas nihh, tepat nya pertanyaan no 4. Tujuan utama upaya merancang/desain suatu obat dalam ilmu kimia medisinal adalah supaya dapat ditemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan. Sebagai contoh, suatu senyawa yang dapat menurunkan tekanan darah dapat juga memiliki efek samping pada sistem syaraf pusat. Dengan demikian merupakan suatu kesalahan apabila tujuan utama akan dapat tercapai dengan sempurna, tetapi efek negatif obat tersebut juga cukup merugikan.Taylor dan Kennewal memberi batasan kimia medisinal yang lebih spesifik sebagai yaitu studi kimiawi senyawa atau obat yang dapat memberikan efek menguntungkan dalam sistem kehidupan, yang melibatkan studi hubungan kimia senyawa dengan aktivitas biologis dan model kerja senyawa pada sistem biologis, dalam usaha mendapatkan efek terapetik obat yang maksimal dan memperkecil efek samping yang tidak diinginkan.
    Semoga bermanfaaaatttt 😚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih rizka. Jawabannya bermanfaat sekali

      Hapus
    2. Apakah tujuannya juga dapat menimbulkan efek farmakologis?

      Hapus
  8. Assalamualaikum putri terimakasih sudah menulis, dsini sya akan coba jwb pertanyaan no 2 Salah satu tahapan yang sangat
    penting dalam penyusunan query
    farmakofor ligan ini adalah pada proses
    pensejajaran struktur 12 protein yang
    telah diunduh dari situs RCSB. Seluruh
    protein tersebut harus benar-benar
    sejajar, karena akan sulit untuk membuat
    fitur farmakofor dari ligan ketika
    strukturnya tidak sejajar dengan baik.
    Adapun dalam proses pensejajaran
    tersebut, protein dibuka pada jendela
    MOE satu persatu dan disejajarkan
    setiap penambahan protein. Hal tersebut
    dilakukan agar pensejajaran struktur
    protein dapat berjalan maksimal dan
    menghasilkan struktur yang sejajar
    dengan baik. Selanjutnya untuk
    memastikan struktur protein telah sejajar
    dengan baik, maka pada bagian ribbon
    diubah style menjadi line sehingga akan
    tampak seperti benang-benang yang
    tersusun rapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa pensejajaran ligan tahap terpenting? Sedangkan jurnal yg saya dapatkan tahap terpenting itu merupakan identifikasi suatu ligan

      Hapus
  9. Hai kak, saya akan mencoba menjawab pertanyaab no 2:)

    Salah satu tahapan yang sangat penting dalam penyusunan query farmakofor ligan ini adalah pada proses pensejajaran struktur 12 protein yang telah diunduh dari situs RCSB. Seluruh protein tersebut harus benar-benar sejajar, karena akan sulit untuk membuat fitur farmakofor dari ligan ketika strukturnya tidak sejajar dengan baik.

    BalasHapus
  10. Kak, saya bantu jawab pertanyaan no 4 ya..
    Menurut jurnal yg saya baca, drug design merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba- coba seminimal mungkin. Tujuannya adalah meminimalkan efek samping dan meningkatkan efek terapi secara maksimal.

    BalasHapus
  11. Hai Putri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 5. tujuan dari farmakofor yaitu untuk mengetahui bagian dari struktur obt yang aktif untuk menentukan efek dari suatu obat dan untuk memudahkan dalam membuat desaain obaat baru

    BalasHapus
  12. Hai putri...
    saya coba bantu jawab soal no 5:
    Tujuan dari studi farmakofor itu sendiri berkaitan dengan design dan rancangan obat karna dengan mempelajari farmakofor kita dapat merancang obat baru ataupun memodifikasi struktur obat yang sudah ada untuk mendapatkan efek yang lebih baik.

    BalasHapus
  13. Hai put tulisan nya sangat bermanfaat. Menurut saya identifikasi farmakopor sangat penting untuk desain obat baru yang minim efek samping

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah mendesain obat hanya dengan farmakofor saja?

      Hapus
    2. Tentu saja tidak, farmakopor hanya salah satu cara yg digunakan dalam desain new drug

      Hapus
  14. Hay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih saya ingin bertanya apa kelebihan dari metode rapid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelebihan dari metode rapid yaitu dapat menentukan struktur senyawa obat dengan mengurangi efek samping

      Hapus
  15. hai si putri zulfa.. saya akan menjawab soal no 5.. menurut saya tujuan daei farmakopor adalah Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
    Untuk mengetahui konformasi aktif
    Penting untuk mendesain obat
    Penting untuk menemukan obat baru

    BalasHapus
  16. Hay putri saya ingin bertanya ni,bagaimana cara kita bisa menentukan analog yg sesuai dg metode farmakofor ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penentuan suatu analog yg sesuai dengan metode farmakofor yaitu dengan mengidentifikasi ligan dan reseptornya sehingga dapat ditemukan analognya

      Hapus
  17. Hai putri

    Saya akan menjawab pertanyaan no 4.
    Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan

    BalasHapus
  18. Haii putri, pemaparan artikel yg bermanfaat bagi saya, kalau boleh bertanya menurut putri bagaimana sih kegunaan dri RAPID dalam kehidupan sehari-hari?
    Tolong di bantu jawab ya, terimakasih.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya kegunaan rapid dalam kehidupan sehari-hari yaitu untuk menentukan struktur penemuan desain obat yang baru untuk menimalkan efek samping

      Hapus

  19. no 2
    menemukan obat baru sesuai dngan target biologis
    Tujuan paling mendasar dalam desain obat adalah untuk memprediksi apakah suatu molekul akan terikat pada target dan jika demikian seberapa kuatnya

    BalasHapus
  20. hay putri, artikel anda menarik dan membantu saya sekali
    terimakasih :)

    BalasHapus
  21. Hai Putri, Farmakopor bertujuan untuk mengetahui bagian dari struktur obt yang aktif untuk menentukan efek dari suatu obat dan untuk memudahkan dalam membuat desaain obaat baru. Terimakasih

    BalasHapus
  22. Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan. Disini saya mencoba membantu Anda dalam menjawab permasalahan No 4.

    BalasHapus
  23. Saya akan menjawab pertanyaan no 4.
    Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.

    BalasHapus
  24. Artikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.

    BalasHapus
  25. Artikelnya sangat membantu terimakasih

    BalasHapus
  26. Wah artikelnya mudah diphami nih, bisa dijelasin lebih singkat ngga apa itu farmakopor? Makasih yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farmakofor adalah suatu geometrik untuk mendesain obat dengan meningkatkan aktivitas biologia dengan mengurangi efek samping seminimal mungkin

      Hapus
  27. Hai putri.
    Saya akan menjawab pertanyaan no 4.
    Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.

    BalasHapus
  28. Halo putri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3
    Proses simulasi docking senyawa-
    senyawa uji diawali dengan mengidentifikasi kantung atau sisi tersebut. Selanjutnya dengan fasilitas simulation dock, senyawa-senyawa uji sebagai ligan di-docking-kan pada reseptor, serta diarahkan pada sisi pengikatan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Proses docking menggunakan ligan fleksibel dan reseptor rigid menggunakan metode scoring London dG. Validasi metode docking dilakukan dengan redocking native ligan pada binding site. Didapatkan nilai rmsd (root mean square deviation) lebih kecil dari 2 yang berarti metode tersebut memiliki validitas yang tinggi, artinya posisi ligan copy mirip dengan posisi ligan asli. Tabel IV.1 menunjukkan bahwa senyawa asal tanaman yang diperoleh dari situs ZINC Database dapat mengikat Arg 120, Tyr 355, Tyr 385, Ser 530, Arg 513. Interaksi yang terjadi antara senyawa-senyawa asal tanaman dengan reseptor ditunjukkan dengan nilai docking score (S), makin rendah nilai S maka interaksi antara keduanya makin kuat.

    BalasHapus
  29. Proses simulasi docking senyawa-
    senyawa uji diawali dengan mengidentifikasi kantung atau sisi tersebut. Selanjutnya dengan fasilitas simulation dock, senyawa-senyawa uji sebagai ligan di-docking-kan pada reseptor, serta diarahkan pada sisi pengikatan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Proses docking menggunakan ligan fleksibel dan reseptor rigid menggunakan metode scoring London dG. Validasi metode docking dilakukan dengan redocking native ligan pada binding site. Didapatkan nilai rmsd (root mean square deviation) lebih kecil dari 2 yang berarti metode tersebut memiliki validitas yang tinggi, artinya posisi ligan copy mirip dengan posisi ligan asli. Tabel IV.1 menunjukkan bahwa senyawa asal tanaman yang diperoleh dari situs ZINC Database dapat mengikat Arg 120, Tyr 355, Tyr 385, Ser 530, Arg 513. Interaksi yang terjadi antara senyawa-senyawa asal tanaman dengan reseptor ditunjukkan dengan nilai docking score (S), makin rendah nilai S maka interaksi antara keduanya makin kuat.

    BalasHapus
  30. hay putri,,saya akn mencoba menjawab pertanyaan nomor 5 yaitu Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
    Untuk mengetahui konformasi aktif
    Penting untuk mendesain obat
    Penting untuk menemukan obat baru

    BalasHapus
  31. Hai putri.
    Saya akan menjawab pertanyaan no 4.
    Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.

    BalasHapus
  32. artikelnya menambah pengetahuan pembaca, terimakasih :)

    BalasHapus
  33. terimakasihartikel ini cukup lengkap..

    BalasHapus
  34. Kak, saya bantu jawab pertanyaan no 4 ya..
    Menurut jurnal yg saya baca, drug design merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba- coba seminimal mungkin. Tujuannya adalah meminimalkan efek samping dan meningkatkan efek terapi secara maksimal.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEPTIDA DAN PEPTIDAMIMETIC

PHARMACOPHORE