RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug Design)
RAPID (Randomized
Pharmacophore Identification for Drug Design)
Konsep
farmakofor pertama kali diperkenalkan pada tahun 1909 oleh Ehrlich yang mendefinisikan farmakofor sebagai
kerangka molekul yang membawa (phoros) fitur penting yang bertanggungjawab
terhadap aktivitas biologis obat (Yang, 2010:1). Farmakofor menurut IUPAC
adalah faktor sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan terjadinya
interaksi molekuler secara optimal dengan struktur target biologis spesifik
sebagai penginduksi atau penghambat respon biologis (Mannhold et al., 2006). Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam penentuan struktur-strukturprotein dan ligannya:
Penentuan
Sidik Jari Interaksi Ligan Protein (Protein-Ligand Interaction
Fingerprint/PLIF)
Sidik jari interaksi protein dengan ligan dibuat dengan
menggunakan struktur-struktur protein yang diunduh dari situs RCSB PDB (Protein
Data Bank). Seluruh struktur kemudian dibuka pada jendela MOE dandisejajarkan
(superpose) sehingga rantai memiliki struktur yang sama yang akan bergerak
bersama-sama sebagai satu unit. Dengan cara ini kompleks proteinligan dapat
disejajarkan. File kemudian disimpan sebagai database. Dilakukan analisis PLIF
dengan urutan perintah DBV | Compute | PLIF | Generate (Hamzah, 2013)
Penentuan Fitur
Farmakofor
Penentuan
fitur farmakofor diawali dengan mensejajarkan (superpose) seluruh protein yang
diunduh dari situs RCSB. Selanjutnya seluruh reseptor dan pelarut yang merupakan
satu kesatuan dari makromolekul protein sebelumnya dihapus sehingga yang tampak
pada jendela MOE hanya ligan- ligan yang telah disejajarkan. Langkah
selanjutnya adalah menjalankan pharmacophore query editor yang bertujuan untuk
membuat fitur-fitur farmakofor dengan urutan perintah MOE >> Compute
>> Pharmacophore >> Query Editor. Skema anotasi farmakofor otomatis
membuat query pharmacophore, sehingga pada jendela MOE akan terlihat
fitur-fitur farmakofor yang terdapat pada senyawa ligan. Skema anotasi yang
digunakan adalah unified. Titik anotasi yang sesuai dengan hasil penelitian
interaksi ligan reseptor dipilih untuk menjadi fitur farmakofor. Langkah
terakhir yaitu perbaikan query yang dimaksudkan untuk memodifikasi query atau
menghasilkan kecocokan dengan pengaturan query yang lebih ketat.
Virtual Screening
Pada
tahap virtual screening, yang digunakan adalah virtual skrining berbasis
farmakofor dimana fitur farmakofor yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya
menjadi acuan dalam proses ini. Selanjutnya dengan menggunakan program aplikasi
MOE dibuat database senyawa yang telah didownload tersebut. Setelah dibuat
dalam bentuk database, selanjutnya masuk pada tahap pencarian senyawa asal
tanaman yang hit dengan fitur farmakofor (urutan perintah MOE >> Compute
>> Pharmacophore >> Search). Kemudian setelah proses pencarian selesai,
jumlah senyawa yang hit tersebut akan tampak pada panel Pharmacophore Search.
Senyawa yang hit tersebut kemudian disimpan dalam database (*mdb).
Docking Molekuler
Preparasi Ligan. Ligan
dalam bentuk struktur tiga dimensi dan dioptimasi dengan metode Ab initio
menggunakan program HyperChem. Struktur kemudian disimpan dalam format *.mol.
File dibuka pada Jendela MOE. Struktur diprotonisasi untuk menambahkan hidrogen
dan muatan parsial, dengan Protonate 3D (urutan perintah MOE >> Compute
>> Protonate 3D) dengan setting pH 7.4 dan cutoff 10.0. File kemudian
disimpan dalam database (*.mdb).
Preparasi Reseptor
Reseptor diunduh dari
situs RSCB.PDB dengan kode 3TCP dalam format *.pdb/ent. Molekul air kemudian
dihapus dari struktur. Protein kemudian diprotonisasi dengan langkah yang sama
pada preparasi ligan. Asam amino arginin, lisin dan histidin yang memiliki
gugus basa akan mengion pada pH 7.4 sehingga membentuk lingkungan kationik.
Untuk memastikan telah dilakukan protonasi, dilakukan pengecekan hingga dipastikan
tiap atom pada molekul memiliki muatan.
Simulasi Docking
Ligan
dan reseptor yang telah diprotonisasi dibuka dalam Jendela MOE. Panel Simulasi
docking dibuka dengan urutan perintah MOE >> Compute >> Simulations
>> Dock. Receptor pada panel Dock diatur Receptor+Solvent, Site diatur
Ligand Atoms. Ligand diatur MDB File (atau Selected Atoms jika Ligan terbuka
pada Jendela MOE dan di-select). Placement diatur Triangle Matcher, rescoring 1
menggunakan London dG, dan refinement diatur Force Field. Posisi docking
terbaik dipilih berdasarkan nilai rmsd (≤ 2) dan nilai scoring terendah.
DAFTAR PUSTAKA
Hamzah,
N., A. Najib , N. Thahir dan I. Misqawati. 2015. Studi Hubungan Kuantitatif
Strukturaktivitas, Fitur Farmakofor Dan Docking Molekuler Senyawa Turunan
Pirazolo-[3,4-D]-Pirimidin Sebagai Inhibitor Mer Tirosin Kinase. Jurnal Farmasi
FIK UINAM Vol.2 No.3.
Mannhold,
R., H. Kubinyi dan G. Folkers. 2006. Pharmacophore and Pharmacophore Searches,
Wiley – VCH, Weinheim, 3.
Yang,
S.Y. 2010. Pharmacophore Modelling and Applications in Drug Discovery:
Challenges and Recent Advances, Drug Discovery Today, 15, 444-450.
Pertanyaan:
1. Apa tujuan dari setiap langkah-langkah penentuan struktur protein dan ligannya?
2. Jelaskan bagian mana yang merupakan tahap terpenting penentuan struktur protein dan ligannya?
3. Bagaimana proses simulasi docking bisa terjadi?
4. Apa itu drug design dan tujuannya?
5. Apa tujuan dari farmakofor?
Halo putri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3
BalasHapusProses simulasi docking senyawa-
senyawa uji diawali dengan mengidentifikasi kantung atau sisi tersebut. Selanjutnya dengan fasilitas simulation dock, senyawa-senyawa uji sebagai ligan di-docking-kan pada reseptor, serta diarahkan pada sisi pengikatan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Proses docking menggunakan ligan fleksibel dan reseptor rigid menggunakan metode scoring London dG. Validasi metode docking dilakukan dengan redocking native ligan pada binding site. Didapatkan nilai rmsd (root mean square deviation) lebih kecil dari 2 yang berarti metode tersebut memiliki validitas yang tinggi, artinya posisi ligan copy mirip dengan posisi ligan asli. Tabel IV.1 menunjukkan bahwa senyawa asal tanaman yang diperoleh dari situs ZINC Database dapat mengikat Arg 120, Tyr 355, Tyr 385, Ser 530, Arg 513. Interaksi yang terjadi antara senyawa-senyawa asal tanaman dengan reseptor ditunjukkan dengan nilai docking score (S), makin rendah nilai S maka interaksi antara keduanya makin kuat.
Terima kasih eugenia. Jawabannya sangat membantu
HapusTetapi, bukankah proses simulasi docking dimulai dengan penentuan ligan dan reseptor yang telah terprotonisasi? Bagaimana bisa ligan dan reseptor belum ditentukan dan langsung dilakukan pengujian?
HapusBaiklah kk akan menjawab pertanyaan dari saudari putri nomor 5 yaitu Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
BalasHapusMenemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
Untuk mengetahui konformasi aktif
Penting untuk mendesain obat
Penting untuk menemukan obat baru
Mengapa bisa tujuan farmakofor untuk menemukan obat baru? Kenapa tidak menggunakan metode QSAR?
HapusTerimakasih putri sangat membantu artikelnya
BalasHapusAssalamualaikum Hay putri saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
BalasHapus1. Hal itu untuk mencapai tujuan dari docking molekul yang lebih optimal dimana berdasarkan jurnal yang saya baca molecular docking merupakan metode berbasis genetika yang dapat digunakan untuk mencari pola interaksi yang paling tepat dan melibatkan antara dua molekul, yaitu reseptor dan
ligan. Ligan sendiri merupakan molekul sinyal kecil yang terlibat dalam kedua proses anorganik dan biokimia.
Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi
suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya
pada uji in-vitro . Molecular docking dapat diklasifikasikan
menjadi 3 berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid
Docking (bersifat rigid/kaku), semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking (bersifat fleksibel). Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan – reseptor.
Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Langkah pertama dari desain obat dibantu Komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan protein, yang merupakan kantong atau celah pada permukaan protein
yang digunakan untuk mengikat ligan (obat terlarang).
Dengan peningkatan jumlah struktur biologi molekul yang
tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat yang sangat
penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur dan desain. Untuk reseptor protein dengan struktur tiga dimensi yang dikenal, masalahnya docking ligan-protein
pada dasarnya terdiri dalam memprediksi konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif protein.
Semoga bermanfaat
Terima kasih dyah. Jawabannya sangat membantu
HapusBukankah suatu proses itu memiliki tujuan yg berbeda? Kenapa anda bisa menyebutkan satu tujuan saja? Apa alasannya?
HapusHay putri saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
BalasHapus1. Hal itu untuk mencapai tujuan dari docking molekul yang lebih optimal dimana berdasarkan jurnal yang saya baca molecular docking merupakan metode berbasis genetika yang dapat digunakan untuk mencari pola interaksi yang paling tepat dan melibatkan antara dua molekul, yaitu reseptor dan
ligan. Ligan sendiri merupakan molekul sinyal kecil yang terlibat dalam kedua proses anorganik dan biokimia.
Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi
suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya
pada uji in-vitro . Molecular docking dapat diklasifikasikan
menjadi 3 berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid
Docking (bersifat rigid/kaku), semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking (bersifat fleksibel). Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan – reseptor.
Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Langkah pertama dari desain obat dibantu Komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan protein, yang merupakan kantong atau celah pada permukaan protein
yang digunakan untuk mengikat ligan (obat terlarang).
Dengan peningkatan jumlah struktur biologi molekul yang
tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat yang sangat
penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur dan desain. Untuk reseptor protein dengan struktur tiga dimensi yang dikenal, masalahnya docking ligan-protein
pada dasarnya terdiri dalam memprediksi konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif protein.
Semoga bermanfaat
Saya setuju dengan jawaban anggun ,saya hanya ingin menambahkan tujuan tahap virtual skirining adalah untuk menemukan senyawa asal tanaman yang hit atau memiliki fitur kimia yang mirip dengan fitur farmakofor,
HapusSemoga bermanfaat
Terima kasih irma telah menambahkan tujuan dari proses virtual skrining. Bagaimana dgn tujuan proses yg lainnya?
HapusHai putri.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 4.
Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.
Hai kaka put, saya akan membantu menjawab salah satu pertanyaan di atas nihh, tepat nya pertanyaan no 4. Tujuan utama upaya merancang/desain suatu obat dalam ilmu kimia medisinal adalah supaya dapat ditemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan. Sebagai contoh, suatu senyawa yang dapat menurunkan tekanan darah dapat juga memiliki efek samping pada sistem syaraf pusat. Dengan demikian merupakan suatu kesalahan apabila tujuan utama akan dapat tercapai dengan sempurna, tetapi efek negatif obat tersebut juga cukup merugikan.Taylor dan Kennewal memberi batasan kimia medisinal yang lebih spesifik sebagai yaitu studi kimiawi senyawa atau obat yang dapat memberikan efek menguntungkan dalam sistem kehidupan, yang melibatkan studi hubungan kimia senyawa dengan aktivitas biologis dan model kerja senyawa pada sistem biologis, dalam usaha mendapatkan efek terapetik obat yang maksimal dan memperkecil efek samping yang tidak diinginkan.
BalasHapusSemoga bermanfaaaatttt 😚
Terima kasih rizka. Jawabannya bermanfaat sekali
HapusApakah tujuannya juga dapat menimbulkan efek farmakologis?
HapusAssalamualaikum putri terimakasih sudah menulis, dsini sya akan coba jwb pertanyaan no 2 Salah satu tahapan yang sangat
BalasHapuspenting dalam penyusunan query
farmakofor ligan ini adalah pada proses
pensejajaran struktur 12 protein yang
telah diunduh dari situs RCSB. Seluruh
protein tersebut harus benar-benar
sejajar, karena akan sulit untuk membuat
fitur farmakofor dari ligan ketika
strukturnya tidak sejajar dengan baik.
Adapun dalam proses pensejajaran
tersebut, protein dibuka pada jendela
MOE satu persatu dan disejajarkan
setiap penambahan protein. Hal tersebut
dilakukan agar pensejajaran struktur
protein dapat berjalan maksimal dan
menghasilkan struktur yang sejajar
dengan baik. Selanjutnya untuk
memastikan struktur protein telah sejajar
dengan baik, maka pada bagian ribbon
diubah style menjadi line sehingga akan
tampak seperti benang-benang yang
tersusun rapi
Kenapa pensejajaran ligan tahap terpenting? Sedangkan jurnal yg saya dapatkan tahap terpenting itu merupakan identifikasi suatu ligan
HapusHai kak, saya akan mencoba menjawab pertanyaab no 2:)
BalasHapusSalah satu tahapan yang sangat penting dalam penyusunan query farmakofor ligan ini adalah pada proses pensejajaran struktur 12 protein yang telah diunduh dari situs RCSB. Seluruh protein tersebut harus benar-benar sejajar, karena akan sulit untuk membuat fitur farmakofor dari ligan ketika strukturnya tidak sejajar dengan baik.
Kak, saya bantu jawab pertanyaan no 4 ya..
BalasHapusMenurut jurnal yg saya baca, drug design merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba- coba seminimal mungkin. Tujuannya adalah meminimalkan efek samping dan meningkatkan efek terapi secara maksimal.
Terima kasih jawabannya
HapusHai Putri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 5. tujuan dari farmakofor yaitu untuk mengetahui bagian dari struktur obt yang aktif untuk menentukan efek dari suatu obat dan untuk memudahkan dalam membuat desaain obaat baru
BalasHapusHai putri...
BalasHapussaya coba bantu jawab soal no 5:
Tujuan dari studi farmakofor itu sendiri berkaitan dengan design dan rancangan obat karna dengan mempelajari farmakofor kita dapat merancang obat baru ataupun memodifikasi struktur obat yang sudah ada untuk mendapatkan efek yang lebih baik.
Hai put tulisan nya sangat bermanfaat. Menurut saya identifikasi farmakopor sangat penting untuk desain obat baru yang minim efek samping
BalasHapusApakah mendesain obat hanya dengan farmakofor saja?
HapusTentu saja tidak, farmakopor hanya salah satu cara yg digunakan dalam desain new drug
HapusHay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih saya ingin bertanya apa kelebihan dari metode rapid?
BalasHapusKelebihan dari metode rapid yaitu dapat menentukan struktur senyawa obat dengan mengurangi efek samping
Hapushai si putri zulfa.. saya akan menjawab soal no 5.. menurut saya tujuan daei farmakopor adalah Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
BalasHapusMenemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
Untuk mengetahui konformasi aktif
Penting untuk mendesain obat
Penting untuk menemukan obat baru
Hay putri saya ingin bertanya ni,bagaimana cara kita bisa menentukan analog yg sesuai dg metode farmakofor ini?
BalasHapusPenentuan suatu analog yg sesuai dengan metode farmakofor yaitu dengan mengidentifikasi ligan dan reseptornya sehingga dapat ditemukan analognya
HapusHai putri
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 4.
Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan
Terima kasih tanggapannya
HapusHaii putri, pemaparan artikel yg bermanfaat bagi saya, kalau boleh bertanya menurut putri bagaimana sih kegunaan dri RAPID dalam kehidupan sehari-hari?
BalasHapusTolong di bantu jawab ya, terimakasih.,
Menurut saya kegunaan rapid dalam kehidupan sehari-hari yaitu untuk menentukan struktur penemuan desain obat yang baru untuk menimalkan efek samping
Hapus
BalasHapusno 2
menemukan obat baru sesuai dngan target biologis
Tujuan paling mendasar dalam desain obat adalah untuk memprediksi apakah suatu molekul akan terikat pada target dan jika demikian seberapa kuatnya
Terima kasih tanggapannya
Hapushay putri, artikel anda menarik dan membantu saya sekali
BalasHapusterimakasih :)
Hai Putri, Farmakopor bertujuan untuk mengetahui bagian dari struktur obt yang aktif untuk menentukan efek dari suatu obat dan untuk memudahkan dalam membuat desaain obaat baru. Terimakasih
BalasHapusDrug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan. Disini saya mencoba membantu Anda dalam menjawab permasalahan No 4.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 4.
BalasHapusDrug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.
Terima kasih tanggapannya
HapusArtikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.
BalasHapusArtikelnya sangat membantu terimakasih
BalasHapusWah artikelnya mudah diphami nih, bisa dijelasin lebih singkat ngga apa itu farmakopor? Makasih yaa
BalasHapusFarmakofor adalah suatu geometrik untuk mendesain obat dengan meningkatkan aktivitas biologia dengan mengurangi efek samping seminimal mungkin
HapusHai putri.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 4.
Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.
Halo putri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3
BalasHapusProses simulasi docking senyawa-
senyawa uji diawali dengan mengidentifikasi kantung atau sisi tersebut. Selanjutnya dengan fasilitas simulation dock, senyawa-senyawa uji sebagai ligan di-docking-kan pada reseptor, serta diarahkan pada sisi pengikatan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Proses docking menggunakan ligan fleksibel dan reseptor rigid menggunakan metode scoring London dG. Validasi metode docking dilakukan dengan redocking native ligan pada binding site. Didapatkan nilai rmsd (root mean square deviation) lebih kecil dari 2 yang berarti metode tersebut memiliki validitas yang tinggi, artinya posisi ligan copy mirip dengan posisi ligan asli. Tabel IV.1 menunjukkan bahwa senyawa asal tanaman yang diperoleh dari situs ZINC Database dapat mengikat Arg 120, Tyr 355, Tyr 385, Ser 530, Arg 513. Interaksi yang terjadi antara senyawa-senyawa asal tanaman dengan reseptor ditunjukkan dengan nilai docking score (S), makin rendah nilai S maka interaksi antara keduanya makin kuat.
Proses simulasi docking senyawa-
BalasHapussenyawa uji diawali dengan mengidentifikasi kantung atau sisi tersebut. Selanjutnya dengan fasilitas simulation dock, senyawa-senyawa uji sebagai ligan di-docking-kan pada reseptor, serta diarahkan pada sisi pengikatan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Proses docking menggunakan ligan fleksibel dan reseptor rigid menggunakan metode scoring London dG. Validasi metode docking dilakukan dengan redocking native ligan pada binding site. Didapatkan nilai rmsd (root mean square deviation) lebih kecil dari 2 yang berarti metode tersebut memiliki validitas yang tinggi, artinya posisi ligan copy mirip dengan posisi ligan asli. Tabel IV.1 menunjukkan bahwa senyawa asal tanaman yang diperoleh dari situs ZINC Database dapat mengikat Arg 120, Tyr 355, Tyr 385, Ser 530, Arg 513. Interaksi yang terjadi antara senyawa-senyawa asal tanaman dengan reseptor ditunjukkan dengan nilai docking score (S), makin rendah nilai S maka interaksi antara keduanya makin kuat.
Terima kasih jawabannya
Hapushay putri,,saya akn mencoba menjawab pertanyaan nomor 5 yaitu Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
BalasHapusMenemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
Untuk mengetahui konformasi aktif
Penting untuk mendesain obat
Penting untuk menemukan obat baru
Hai putri.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 4.
Drug design (Rancangan obat) adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin. Tujuannya agar dapat menemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan.
artikelnya menambah pengetahuan pembaca, terimakasih :)
BalasHapusterimakasihartikel ini cukup lengkap..
BalasHapusKak, saya bantu jawab pertanyaan no 4 ya..
BalasHapusMenurut jurnal yg saya baca, drug design merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba- coba seminimal mungkin. Tujuannya adalah meminimalkan efek samping dan meningkatkan efek terapi secara maksimal.